Senin

Subuh "Terindah"

"Yaa Arhamarrahimiiinnn..Irhamnaa.." "Yaa Arhamarrahimiiinnn..Irhamnaa.." "Yaa Arhamarrahimiiinnn..Irhamnaa.."
Sayup-sayup terdengar dari mesjid dekat istana mungil yang kami tempati. Kali ini aku tidak tahu kenapa tiba-tiba merasa ada yang memaksaku untuk bangun dan bergerak melangkahkan kaki menuju suara itu. Sebuah keinginan yang tidak bisa dibendung lagi. Kerinduan yang begitu menyesaki dada ini. Aku sudah tidak ingat lagi kapan terakhir aku selalu bergegas ketika PanggilanMu aku dengar...begitu lama masa itu sehingga untuk sekedar mengingatnya pun tidak bisa.
Betapa selama ini aku disibukkan dengan mimpi-mimpi fana yang semakin cepat kukejar semakin menjauh pula mimpi-mimpi itu. Ya...begitu lama aku tidak pernah menginjakkan kakiku dirumah Penguasa Alam ini,rumah yang bagi sebagian orang begitu tenang dan damai namun tidak untuk orang lainnya. Ya..Rumah itu..rumah yang hanya ramai pada saat hari jumat dan hari raya..rumah yang seakan tak berpenghuni dikala hari biasa..
Dan Hari itu adalah hari yang tidak akan aku lupakan..sebuah langkah kecil yang membawa ketenangan hati ini telah aku mulai..tangisan hari itu menjadi tangisan terindah yang tidak akan pernah kulupakan..semoga hari itu menjadi pengingat saat mulai terbuai keindahan sementara ini..benar yang dikatakan seseorang kepadaku,"kalau ingin merasakan ketenangan dunia,bangunlah diwaktu subuh dan bergegaslah memenuhi panggilanNya,maka akan kau rasakan ketenangan hati yang tidak pernah engkau rasakan selama ini".
"Alhamdulillah..Ya Allah..aku sudah merasakannya dan biarkan aku terus menikmati itu"
Hadi Prayitno
Note: "Alhamdulillah barisan itu makin bertambah"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar