Jumat

GOES TO PRJ!!!

Alhamdulillah selangkah lagi,InsyaAllah kami bisa mengikuti sebuah pameran tahunan terbesar di negeri ini. Yeup..Jakarta Fair 2009 (orang betawi menyebut PRJ/Pekan Raya Jakarta)itulah event terbesar yang akan kami ikuti. Berjuta rasanya ketika mendapatkan kesempatan langka ini,dengan biaya yang cukup murah pula klop sudah semuanya. Ga tau ya kok bisa ya dapat kesempatan ini dengan sangat mudah menurut saya.

inilah tempat yang akan kami tempati (HALL E PRJ). Foto by Fathur Rozy

Bener yang disampaikan rekan-rekan di TDA, kalau kita berjalan dalam satu barisan pasti semuanya terasa ringan. Untuk event sebesar PRJ kami tidak terlalu dipusingkan dengan tetek bengek negosiasi sewa dsbnya, semua sudah diurus oleh temen-temen TDA Network, kami hanya membayar uang komitmen dan mengikuti setiap pertemuan dengan tim TDA PRJ. semudah itu?ya semudah itu..terima kasih temen-temen TDA, kami jadi bisa lebih berkonsentrasi mengenai produk dan promosi-promosi yang akan kami lakukan pada saat pameran nanti.
Semoga Semuanya berjalan lancar sebagaimana yang telah direncanakan,Doakan Kami ya.... Amiiin...
Ya Allah Berkahillah langkah kami...
hadi prayitno

Senin

Matematika Allah

Satu lagi hal yang paling membekas yang saya dapatkan pada saat mengikuti workshop Kubik Leadership For TDA hari Ahad,3 Mei 2008...
Ada satu sesi dimana kami dibagikan masing-masing 5 buah permen dalam gelas plastik air mineral. Sebelumnya,peserta workshop ini berjumlah sekitar 150 orang (acara terbesar TDA setelah Milad 3 februari lalu). Kami hanya diinstruksikan untuk memberikan permen setiap bertemu peserta lain, cukup satu saja setiap orang. dan kami tidak boleh menolak jika ada yang memberi. berikutnya kami juga harus menghitung berapa jumlah permen yang kami berikan selama permainan.
Begitu aba-aba "mulai" diucapkan kami semua dengan begitu bersemangat memberikan permen yang ada didalam gelas kepada setiap orang yang ditemui. Saya terus menghitung berapa permen yang telah saya berikan. Saya begitu takjub,permen digelas saya tidak ada habisnya,setiap saya memberikan selalu ada yang mengisi gelas saya dengan permen yang lain. Sampai akhirnya Pak Houtman mengatakan "selesai".
Selesai kami bermain saya menghitung berapa permen yang telah saya berikan. jumlahnya gak tanggung-tanggung 45 permen dan 5 permen yang tersisa digelas saya. SubhanaAllah...permainan yang sederhana namun sarat makna.
Tidak pernah saya bayangkan dengan 5 buah permen saya sanggup memberikan 45 permen kepada orang lain dan diakhir permainan saya masih mempunyai 5 permen. Yah..itulah Matematika Allah,tidak seperti matematika manusia. Menurut Matematika Allah 1+1 bisa 11 bisa juga 27 (ex shalat berjamaah),5-1 hasilnya bukan 4 melainkan 45 tanpa mengurangi yang kita miliki sebelumnya. Terbukti yang diucapkan Ust. Yusuf Mansur,10-1 bukan 9 melainkan 19,10-9 bukan 1 melainkan 91.
Tidak pernah pula terbayang dalam diri saya bahwa untuk bisa berbagi dengan orang lain tidak perlu menunggu sampai kita punya ini dan itu. cukup dengan apa yang kita miliki sekarang pasti kita bisa berbagi dengan orang lain.
Sungguh sangat salah apa yang saya lakukan selama ini. saya begitu berpikir keras ketika harus berbagi dengan orang lain, saya begitu takut apa yang saat ini saya miliki berkurang karena saya bagikan kepada orang lain. Saya terus menunda-nunda dengan alasan nunggu sampai ada lebih,nunggu sampai hutang lunas dan berbagai macam alasan lainnya.
Maafkan hamba ini Ya Allah,telah begitu pelit membagikan titipan Engkau..
Berikanlah kekuatan dan keikhlasan untuk terus berniaga dijalanMu...
Jadikanlah Apa yang engkau berikan adalah sarana buat kami untuk beribadah kepadaMu..
Jadikanlah Nikmat Harta,Tahta,Kata dan Cinta yang engkau berikan adalah Nikmat yang bisa kami bagikan kepada semua hamba-hambaMu yang lain sehingga kehidupan SuksesMulia bisa kami raih...
Terima Kasih Kubik Leadership,Terima Kasih Pak Houtman, Terima Kasih Mas Jamil...Workshop ini begitu membekas dan memberikan semangat buat kami untuk menatap hidup dengan hati....
Hadi Prayitno

Relung Hati

Sebuah Cerita yang begitu menyentuh hati dan perasaan saya di acara Kubik Workshop For TDA, Minggu 3 Mei 2009. Cerita ini dikisahkan oleh seorang yang sangat luar biasa,beliau merasakan pahit getirnya hidup hingga indahnya sebuah kesuksesan namun begitu hampa dihati..berikut sedikit penggalan ceritanya...
Dikala itu saya berada di puncak duniawi. Dari sekedar office boy hingga saya menjadi orang nomer satu di Citibank. Bahkan sekian puluh tahun lalu, saya sudah biasa naik pesawat udara yang mewah, First class. Keluar dari Atlantik masuk Pasifik. Keliling dunia. Orang menghormati. Secara matematika manusia, pasti sangat berbahagia. Kemarin dihina sekarang punya segalanya. Orang lain mungkin memandangnya sangat indah dan nyaman berada dipuncak kesuksesan, semua serba ada dan semua bisa diperoleh.Tapi pada kenyataannya ternyata tidak. Ketika itu hati saya kering,Hampa. Tidak punya gairah.
Satu malam di bulan Ramadhan, seorang teman mengajak untuk pergi ke rumah yatim. Saya turuti ajakan itu bukan karena untuk meningkatkan ibadah, tapi karena ada yang ngajak. Orang berbuka saya berbuka. Orang sholat maghrib saya ikut sholat. Orang shalat tarawih saya ikut. Ketika ada yang ceramah saya menyender di tembok masjid dan saya tidak tahu apa yang dibicarakan.
Singkat cerita, semua kegiatan malam itu saya ikuti saja tanpa mengerti,hingga saya lah orang terakhir yang pulang dari panti itu. Melangkah keluar. Saya masih bisa membayangkan bahwa malam itu bintang begitu banyak, dan sangat indahnya. Tapi kalo hati kita sedang tidak tenang, apalah artinya. Segala keindahan malam itu tidak ada bekasnya. Saya hampa. Saya melangkah, hingga kaki terasa ada yang menahan, oleh tangan kecil yang tiba tiba memeluk saya. "Hai... siapa namamu nak".
"Nina, om".
"Nina? Nama yang cantik".
Saya berpikir pasti anak ini ingin meminta sesuatu maka dia memisah dari temannya.
"Nina, Nina mau minta apa... ?"
"Tidak om, Nina hanya mau mengantar om?"
Saya tuntun dia keluar....sampai di dekat mobil.
"Nina, Om pulang ya. Tapi om ingin memberi kamu sesuatu. Nina minta apa? Om akan memberimu. Ayo katakan nak."
"Benar om. Om tidak marah kalo Nina minta?"
"Tidak Nina".
"Sungguh om?"
"Iya, kamu mau minta apa Nak?"
"Om.....permintaan Nina : bolehkan Nina memangil 'ayah' pada om? Maukah om menjadi ayah Nina???
Saya terjatuh mendengar kata-kata itu. Keras saya membentur jalan.
"Nina anakku?".
Saya peluk dia. Saya cium dia. Saya terharu. Sangat terharu. Bintang masih disana, bintang masih bertabur banyak dan tiba tiba terasa dunia begitu semarak. Saya bawa dia jalan-jalan malam itu. Saya sadar bahwa saya tidak boleh membawa anak kecil ini tanpa ijin. Tapi saat itu saya rela dimarahi banyak orang daripada kehilangan kebahagiaan berdekatan dengan Nina. Sampai jam sebelas saya kembali ke panti.
"Nak. Anakku Nina. Sekarang ayah pulangkan kamu ya. Sekarang Nina mau minta apa bilang nak bilang...."
"Nda ayah... Nina sudah senang... "
"Nda nak. Kamu harus minta. Uang ayah banyak, nak. Ini ayah tunjukkan dompet ayah. Disini uang banyak. Kamu minta apa?...
"Nda ayah."
"Kalo kamu tidak minta ayah tidak mau datang lagi?minta lah pada ayah, Nina, ayo Nak."
"Benar ayah tidak marah?"
"Nda Nina anakku.... "
"Ayah, Nina hanya minta satu... Ayah. Nina minta foto.... "
Kecewa berat?Pasti... saya berharap permintaan itu sesuatu yang mahal...
"Foto nak..??"
"Iya ayah?"
"Foto siapa..??"
"Foto ayah dan ibu?"
"buat apa Nina, anakku"
"Agar bisa Nina tunjukkan pada teman-teman Nina, kalo Nina sudah punya ayah sudah punya ibu...."
Kejadian itulah yang mengubah saya ... bahwa segala yang saya lakukan selama ini sia-sia saja. Saya hanya membangun semuanya untuk diri saya sendiri?. Saya lupa untuk menapaki jalan kehidupan dengan memberi.
Saya,
Houtman Zainal Arifin. TTL : Kediri, 27 Juli 1950
Alamat Rumah : Jl. Haji Buang, Ulujami Jakarta Selatan 12250 Phone : 021-7365259
Pendidikan : Otodidak (Tidak Sekolah)
Pekerjaan :
.....................: Office Boy
1968-1987 - Vice President Citibank, N.A.
1985 - 2000-Dosen Univ. Perbanas & Gunadarma
1987 - 1992 - Direktur, Komisaris, Audit Bank2 Swasta, Konsultan
1992 - 1998 - Finance Comptroller Grup Konglomerat
1998 - sampai sekarang - Konsultan
2002 - 2004 - Dewan Penasehat Gubenur propinsi Kalimantan Barat Terima kasih Pak Houtman, terimakasih Kubik Leadership, terima kasih mas Jamil. Apa yang telah bapak sampaikan sangat-sangat membekas dihati kami. Bapak telah mengetuk relung hati terdalam kami,insyaAllah kami ikuti agar kami bisa merasakan indahnya berbagi...
Terima Kasih mas Heru...yang telah menceritakan kembali kepada kami di TDA
Hadi
Ada kesalahan di dalam gadget ini