Selasa

Menikmati Hidup

Dari milis IMF yang disampaikan mas Junaedi....
Kisah Alergi Hidup
Seorang pria mendatangi seorang Guru.
Katanya : "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati".
Sang Guru tersenyum : "Oh, kamu sakit".
"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan.Itu sebabnya saya ingin mati".
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : "Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama "Alergi Hidup".
"Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangandengannorma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti ditempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan.Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita".
"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku", kata sang Guru.
"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidakingin hidup lebih lama lagi", pria itu menolak tawaran sang Guru.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?", tanyaGuru.
"Ya, memang saya sudah bosan hidup", jawab pria itu lagi.
"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini... Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang".
Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai !Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis.
Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu" .
Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.
Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat keluar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untukmelakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, iamenemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : "Sayang, apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang".
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.
Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?"
Dan sikap merekapun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Tiba-tiba,segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran,bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya diberanda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu".
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalutertekan karena perilaku kami".
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?
Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh,tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan.Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan".
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !
Wassalam
Hadi

PRJ Part II (habis)

Cukup lama saya tidak update blog ini..
Melanjutkan cerita tentang PRJ 2009 kemarin. Alhamdulillah pelaksanaan lancar walaupun ada kerikil-keril kecil yang mewarnainya tapi itu menjadikannya lebih indah untuk dikenang hehehe..
Trus Jualannya gimana? Jualan memang tidak sesuai target yang dipatok tapi masih lebih banyak dibandingkan gaji bulanan hehehe.. Dari evaluasi yang kami lakukan Faktor tempat merupakan penyebab utama tidak tercapainya target. Tempat kami memang cukup ramai,traffic pengunjung sekitar 2-3 ribu orang per hari,namun itu masih jauh kalah ramai dibandingkan Hall lainnya. Selain itu segmen yang masuk ke hall E rata-rata middle low tidak sesuai dengan market selimut jepang yang ditujukan untuk kalangan midlle up hehehe..(ngeles mode on). Boleh dikatakan kami salah tempat,harusnya kami di Hall A (tempat perlengkapan tidur dan furniture). InsyaAllah tahun depan jika ada kesempatan kami akan buka di Hall A. hayoo tahun depan siapa mau ikut??
Banyak kejadian lucu,ngeselin ataupun yang bikin deg-degan,hampir tiap hari weekdays anak-anak banyak mengeluh tentang selimut jepang yang ditawar super murah,selimut jepang yang disangka barang mangga dua ataupun yang lain yang bikin semangat anak-anak down. Hampir tiap hari pula saya harus terus memompa semangat mereka. Saya sendiri sering mendapatkan customer yang menawar selimut jepang seharga selimut bludru..Padahal kami di PRJ menjual selimut jepang dengan harga customer terendah loh..bahkan kadang-kadang dengan harga reseller namun tetap aja ditawar supermurah. Week end merupakan hari yang paling menyenangkan sekaligus deg-degan,menyenangkan karena banyak kejutan yang kami dapatkan setiap week end datang. Yang Pasti pejualannya bisa menembus 2-3X weekdays..ini pula yang memompa semangat kami untuk terus menikmati perjalanan kami.
Terlepas dari hasil yang kami dapatkan ada banyak pengalaman yang kami dapatkan yang tidak ternilai harganya melebihi keuntungan yang diperoleh. Berkat PRJ kami menjadi lebih berani dan percaya diri melangkah. Berkat PRJ kami bisa melihat kekurangan kami. dan berkat PRJ pula kami mendapatkan banyak sahabat. Terbukti yang dikatakan keluarga besar TDA.."take action miracle happend"..
Terima Kasih PRJ,Terima kasih manajemen TDA (Pak Anto,Pak Irwan,Pak Hantiar,Pak Rosihan),semoga apa yang bapak-bapak berikan selama PRJ menjadi tabungan Epos bapak-bapak dan Terima Kasih saudara-saudaraku di TDA-PRJ, sebulan bersama kami merasa seperti keluarga yang tidak terpisahkan.
Wassalam
Hadi Prayitno
Ada kesalahan di dalam gadget ini