Jumat

Sang Gubernur

Kisah menarik yang saya dapatkan dari khotbah jumat (10 April 2008) di sebuah masjid..mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua Kisah ini diambil pada masa khalifah Umar bin Khatab R.A..
Pada masa kekhalifahan beliau disalah satu provinsinya (sekarang dikenal sebagai syiria) terjadi suatu krisis pangan yang sangat parah. Banyak penduduk di provinsi tersebut meninggal karena krisis yang sangat parah tersebut. Provinsi itu dipimpin oleh Said bin...(lupa namanya hehe). Kejadian tersebut akhirnya sampai ke telinga sang khalifah. Demi mendengar hal tersebut sang khalifah kemudian membentuk satu tim untuk mengecek kebenaran dari berita itu. Setelah tim terbentuk maka diutuslah merek untuk berangkat menuju syiria.
Sesampainya di syiria tim mendapatkan keadaan yang sungguh menyedihkan dan sangat parah. Ternyata berita mengenai krisis tersebut benar-benar terjadi. Kemudian tim tersebut juga melakukan pendataan semua penduduk yang memerlukan bantuan. Setelah selesai melakukan semua tugas yang diberikan sang khalifah,tim tersebut kemudian kembali ke mekkah dan menghadap khalifah.
Semua hasil yang diperoleh dilaporkan tim itu, termasuk daftar nama penduduk yang berhak mendapatkan bantuan. Khalifah meneliti dengan seksama satu demi satu nama-nama yang tercantum dalam daftar tersebut. Sampai pada satu nama sang khalifah sangat terkejut membacanya,diulang-ulang sampai akhirnya beliau memanggil kepala timnya.
Beliau menanyakan,"apakah semua data yang disampaikan adalah benar?"
Kepala tim tersebut menjawab "Benar wahai khalifah."
Lalu sang khalifah bertanya,"lalu apa alasan anda memasukkan nama ini kedalam penerima bantuan?Apakah dia benar-benar miskin?"
Ketua tim tersebut menjawab,"Wahai Khalifah kekasih Allah,Laporan yang kami buat adalah sangat valid dan shahih, kami menyaksikan sendiri orang tersebut sangat miskin bahkan untuk makan sehari-hari orang ini tidak punya".
Tahukah anda siapa orang yang dimaksud sang khalifah?Orang tersebut adalah Sang gubernur ,pemimpin syiria saat itu. Ya,beliau adalah Said bin.....gubernur syria saat itu.Sungguh suatu keadaan yang sangat tidak masuk akal jika kita bandingkan keadaan saat ini, dimana hampir tidak ada satupun pemimpin di negeri ini yang lebih miskin dari rakyatnya.
Sungguh sedih hati Khalifah Umar mendengar penuturan kepala timnya. Beliau kemudian menyiapkan semua bantuan yang diperlukan penduduk syiria. kemudian beliau juga menyiapkan satu bingkisan khusus buat sang gubernur. Setelah semua bantuan siap,maka bantuan terbeut segera dikirimkan ke Syiria.
Sesampai di Syiria semua bantuan dibagikan keseluruh penduduk syiria dengan adil dan merata. Setelah semua kebagian, Kepala Tim pemberi bantuan kemudian menghadap sang gubernur untuk menyerahkan bingkisan khusus khalifah umar untuk sang gubernur.
Begitu dibuka sang gubernur berseru,"Innalihi wainna ilaihi roji'un..." Ternyata khalifah Umar mengirimkan 1.000 dinar untuk beliau. Suatu jumlah yang sangat besar pada saat itu.
Sang Istri mendengar hal tersebut bertanya,"Wahai suamiku apa gerangan yang menyebabkan engkau mengucapkan hal tersebut?bukankah seharusnya engkau mengucapkan Alhamdulillah?"
Sang Gubernur menjawab,"Bagaimana aku bisa bersyukur,kalau khalifah membeda-bedakan aku dengan rakyatku,ini merupakan musibah buatku."
"Sungguh aku tidak mau dibeda-bedakan dengan rakyatku,apa yang aku makan itu pula yang dimakan rakyatku." lanjutnya.
"Jabatanku hanyalah amanah yang dititipkan kepadaku,yang akan dimintakan pertanggujawabannya di hari akhir kelak, lalu bagaimana harus aku pertanggungjawabkan semua ini?"
Akhirnya beliau mengambil secukupnya pemberian tersebut untuk keluarganya dan menyerahkan sebagian besar untuk dibagikan kepada rakyatnya..
Demikian Cerita yang menurut saya sangat bagus untuk kita semua terutama pemimpin-pemimpin dan calon pemimpin yang diberikan amanah untuk memimpin rakyatnya. Semoga menjadi pengingat bagi kita semua,bahwa apa yang kita dapatkan hari ini adalah amanah yang pasti akan kita pertanggung jawabkan dihadapanNya nanti.
Wassalam
Hadi

Sabtu

Ngelapak di TMII

Hampir tiga bulan ini,ada rutinitas minggu pagi yang kami lakukan. Pertama Kali menjalankannya berjuta perasaan memenuhi kepala. Takut,malu,semangat semua bercampur baur dalam pikiran. Ya inilah pengalaman pertama mengikuti bazaar di minggu ria Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sebenarnya bazaar minggu ria ini sudah lama berlangsung mungkin sekitar 3 tahunan, awalnya di area parkir dekat tugu,lalu belakangan dipindah ke sekeliling museum IPTEK.
Beraneka ragam produk bisa kita jumpai disini,dari yang tidak bermerk sampai yang bermerk dijual disini semua dengan harga super miring pastinya. Tempat ini merupakan tempat favorit keluarga kami berbelanja,karena itu tadi,harganya miring semiring-miringnya.
Dulu kami datang ketempat ini hanya untuk menyaksikan betapa sesaknya orang-orang yang berbelanja dan tentunya kadang ikutan beli juga kalau ada yang bagus. Namun tidak tahu mengapa sejak bergabung dengan komunitas TDA, ada perasaan yang terus mendorong untuk ikut ambil bagian dipesta singkat itu,ya keinginan untuk action semakin kuat. Puncaknya adalah hari minggu 15 februari 2008,keinginan untuk ikut berjualan di TMII akhirnya terwujud. Tidak ada persiapan istimewa untuk mengikuti bazar ini,karena tujuan utamanya adalah hanya untuk tes keberanian.
Beruntung saya memiliki teman yang pernah merasakan berjualan di TMII,setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan,apapun yang terjadi hari minggu besok kita harus berjualan. Malamnya kami melakukan packing barang-barang yang akan kami bawa. Terus terang belum ada gambaran mengenai dimana dan bagaimana kami harus memajang selimut-selimut ini. Kami tidak memikirkan itu,yang paling penting adalah menyiapkan mental dan membuang rasa malu. Esoknya,Pagi buta kami berangkat,setelah membayar tiket masuk kami melanjutkan untuk berburu tempat,karena ditempat ini memang tidak ada tempat permanen bagi pedagang,yang berlaku adalah siapa cepat dia dapat hehehe. Setelah keliling-keliling akhirnya kami dapat tempat di kayu gede,segera kami lakukan display menggunakan apa aja yang kami bawa, sampai sepeda motorpun kami gunakan sebagai media display. akhirnya jadilah seperti dibawah ini

hehehe..walaupun menggunakan sepeda motor lumayan menarik juga ya displaynya. oh ya diantara lapak-lapak yang ada ditempat itu,lapak kamilah yang paling mentereng,bukan karena displaynya melainkan barangnya yang memang benar-benar bagus. Jadi didisplay sederhanapun sudah terlihat menarik. Minggu pertama ini alhamdulillah laku 1 selimut yaitu TORA,lumayan keuntungannya bisa buat nutupin biaya masuk dan beliin susu si kecil hehehe. Memang cuma laku 1 selimut,tapi hal penting saya dapatkan adalah saya telah mampu menghilangkan mental block yang selama ini selalu menghalangi saya untuk melakukan action.

Dibawah ini adalah foto perkembangan dari minggu ke minggu lapak hasuko lubang buaya.

Minggu ke 2 Sudah lebih menarik kan....

Setiap yang lewat pasti melirik lapak kami hehehe...

Tuh..mulai ada yang ngumpul..

Lapak Kami tidak kalah rame dengan yang lain walaupun nilai barang yang kami jual 10x lipat dibandingkan lapak-lapak disekitar kami.

Pindah Lapak

Minggu keempat, pada saat kami datang kami kaget karena tempat biasa berjualan tidak boleh lagi digunakan,alasannya karena digunakan untuk pusat jajanan. kami cari teman-teman yang biasa berjualan bersama juga tidak ada,akhirnya kami putuskan mencari tempat lain, dan kami dapat juga di samping istana anak-anak atau tepatnya didepan anjungan sulawesi utara. Tempat ini lebih sepi dan kami adalah lapak paling ujung. Buat kami tidak apa-apa yang penting dapat tempat dulu,keyakinan kami toh lama-lama nanti pasti ramai juga.

Laskar Perintis Hasuko Lubang Buaya

Inilah 2 orang tangguh, laskar perintis hasuko lubang buaya. yang mengenakan jaket hitam namanya Mas Ayub,spesialis delivery,semua wilayah jakarta dia ketahui. Yang berbaju putih namanya Kang Asep,Bagian Marketing dan urusan display. display yang dilihat di foto-foto diatas adalah hasil karya beliau. Jika Anda bertemu 2 orang ini,jangan segan-segan untuk bertanya semua hal tentang hasuko lubang buaya. InsyaAllah dengan senang hati mereka akan membantu anda.

Ini memang bukan tujuan utama kami,tapi merupakan pijakan pertama kami untuk melangkah meraih semua impian-impian kami. Semoga Langkah kecil kami ini bisa menginspirasi anda untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Tidak ada yang perlu kita takutkan,ketakutan hanya ada dipikiran kita saja. No Action Nothing Happend...More Action Miracle Happend..

Ada kesalahan di dalam gadget ini