Sabtu

Ngelapak di TMII

Hampir tiga bulan ini,ada rutinitas minggu pagi yang kami lakukan. Pertama Kali menjalankannya berjuta perasaan memenuhi kepala. Takut,malu,semangat semua bercampur baur dalam pikiran. Ya inilah pengalaman pertama mengikuti bazaar di minggu ria Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sebenarnya bazaar minggu ria ini sudah lama berlangsung mungkin sekitar 3 tahunan, awalnya di area parkir dekat tugu,lalu belakangan dipindah ke sekeliling museum IPTEK.
Beraneka ragam produk bisa kita jumpai disini,dari yang tidak bermerk sampai yang bermerk dijual disini semua dengan harga super miring pastinya. Tempat ini merupakan tempat favorit keluarga kami berbelanja,karena itu tadi,harganya miring semiring-miringnya.
Dulu kami datang ketempat ini hanya untuk menyaksikan betapa sesaknya orang-orang yang berbelanja dan tentunya kadang ikutan beli juga kalau ada yang bagus. Namun tidak tahu mengapa sejak bergabung dengan komunitas TDA, ada perasaan yang terus mendorong untuk ikut ambil bagian dipesta singkat itu,ya keinginan untuk action semakin kuat. Puncaknya adalah hari minggu 15 februari 2008,keinginan untuk ikut berjualan di TMII akhirnya terwujud. Tidak ada persiapan istimewa untuk mengikuti bazar ini,karena tujuan utamanya adalah hanya untuk tes keberanian.
Beruntung saya memiliki teman yang pernah merasakan berjualan di TMII,setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan,apapun yang terjadi hari minggu besok kita harus berjualan. Malamnya kami melakukan packing barang-barang yang akan kami bawa. Terus terang belum ada gambaran mengenai dimana dan bagaimana kami harus memajang selimut-selimut ini. Kami tidak memikirkan itu,yang paling penting adalah menyiapkan mental dan membuang rasa malu. Esoknya,Pagi buta kami berangkat,setelah membayar tiket masuk kami melanjutkan untuk berburu tempat,karena ditempat ini memang tidak ada tempat permanen bagi pedagang,yang berlaku adalah siapa cepat dia dapat hehehe. Setelah keliling-keliling akhirnya kami dapat tempat di kayu gede,segera kami lakukan display menggunakan apa aja yang kami bawa, sampai sepeda motorpun kami gunakan sebagai media display. akhirnya jadilah seperti dibawah ini

hehehe..walaupun menggunakan sepeda motor lumayan menarik juga ya displaynya. oh ya diantara lapak-lapak yang ada ditempat itu,lapak kamilah yang paling mentereng,bukan karena displaynya melainkan barangnya yang memang benar-benar bagus. Jadi didisplay sederhanapun sudah terlihat menarik. Minggu pertama ini alhamdulillah laku 1 selimut yaitu TORA,lumayan keuntungannya bisa buat nutupin biaya masuk dan beliin susu si kecil hehehe. Memang cuma laku 1 selimut,tapi hal penting saya dapatkan adalah saya telah mampu menghilangkan mental block yang selama ini selalu menghalangi saya untuk melakukan action.

Dibawah ini adalah foto perkembangan dari minggu ke minggu lapak hasuko lubang buaya.

Minggu ke 2 Sudah lebih menarik kan....

Setiap yang lewat pasti melirik lapak kami hehehe...

Tuh..mulai ada yang ngumpul..

Lapak Kami tidak kalah rame dengan yang lain walaupun nilai barang yang kami jual 10x lipat dibandingkan lapak-lapak disekitar kami.

Pindah Lapak

Minggu keempat, pada saat kami datang kami kaget karena tempat biasa berjualan tidak boleh lagi digunakan,alasannya karena digunakan untuk pusat jajanan. kami cari teman-teman yang biasa berjualan bersama juga tidak ada,akhirnya kami putuskan mencari tempat lain, dan kami dapat juga di samping istana anak-anak atau tepatnya didepan anjungan sulawesi utara. Tempat ini lebih sepi dan kami adalah lapak paling ujung. Buat kami tidak apa-apa yang penting dapat tempat dulu,keyakinan kami toh lama-lama nanti pasti ramai juga.

Laskar Perintis Hasuko Lubang Buaya

Inilah 2 orang tangguh, laskar perintis hasuko lubang buaya. yang mengenakan jaket hitam namanya Mas Ayub,spesialis delivery,semua wilayah jakarta dia ketahui. Yang berbaju putih namanya Kang Asep,Bagian Marketing dan urusan display. display yang dilihat di foto-foto diatas adalah hasil karya beliau. Jika Anda bertemu 2 orang ini,jangan segan-segan untuk bertanya semua hal tentang hasuko lubang buaya. InsyaAllah dengan senang hati mereka akan membantu anda.

Ini memang bukan tujuan utama kami,tapi merupakan pijakan pertama kami untuk melangkah meraih semua impian-impian kami. Semoga Langkah kecil kami ini bisa menginspirasi anda untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Tidak ada yang perlu kita takutkan,ketakutan hanya ada dipikiran kita saja. No Action Nothing Happend...More Action Miracle Happend..

8 komentar:

  1. salam kenal pak Hadi

    setelah ngebaca blog bapak saya terinspirasi mau juga ngelapak di tmii pak sebenarnya beberapa bulan terakhir mulai kepikiran cuma masih mundur maju... berkenan tidak pak minta infonya kalo mau ngelapak di tmii harus hubungi siapa dan prosedurnya juga mengenai tarifnya? saya rencananya mau jual baju2... mohon bisa dijawab di email myfamily_myspirit3@yahoo.co.id

    BalasHapus
  2. Mas Jodri..jangan ragu cepat action aja,daripada penasaran terus.
    Ga ada prosedur resmi untuk ngelapak di TMII.Biayanya pun cukup bayar tiket masuk 5 ribu/orang+6 ribu/motor. seminggu sebelum memutuskan jualan di TMII baiknya mas jodri datang sekitar jam 7 an,liat-liat tempat yang kosong,trus tanya-tanya ke yang jualan sebelah tempat tadi,biasanya dalam satu area ada koordinatornya.untuk baju saran saya buka di KTT aja depan museum energi,lebih rame dan teratur,tapi harus pake tenda.minggu berikutnya datangnya lebih pagi sekitar jam 4.30. nah tinggal buka deh..Selamat berjuang ya..

    BalasHapus
  3. Pak Hadi, senang sekali saya membaca kisah Bapak ini..:-) saya jadi tertarik nih Pak, kalau makanan apakah ada tempat khusus..? atau berbaur dengan produk lainnya..?

    BalasHapus
  4. Makanan ada tempat khusus di kawasan kayu gede..tempatnya rimbun dan enak buat tempat makan..silahkan datang dan tanya-tanya aja ke pedagang yang sudah ada.
    Oh ya sekarang sudah ada iuran tiap minggu besarnya antara 10-20 ribu sekali jualan.

    BalasHapus
  5. Mas, klo boleh tau, dimana saya bisa mendapatkan Handuk Hasuko. jawab japri dhita.arya@gmail.com

    BalasHapus
  6. Mas hadi mohon info..saya kemarin2 hunting ke tmii katanya sampe harus byr 400 an ribu ke pengelola..betulkah itu? saya sampe ga jadi terus ini..

    BalasHapus
  7. Mas hadi mohon info nya..saya ingin berdagang di tmii tp takut ada prosedur macam2..saya hanya ingin berjualan kecil2 an seperti pecel dan es teh manis disana yg dari jam 10 sampe magrib..mohon infonya prosedur apa yg harus saya ikuti dan bagaimana caranya..yg dagang pecel di pinggir2 an monas lho mas..mohon dibalas

    BalasHapus
  8. Mas hadi, mhon infonya klo mau tanya lgsg ke koordinatornya an sapa ya? Saya mau jual baju anak soalnya

    BalasHapus