Rabu

PRJ Part I (Pre-opening)

Sempat tertahan derasnya hujan didaerah matraman, dengan semangat penuh membara (hehehe..lebay banget ya) saya pacu kuda jepang kebanggaan menuju pusat perhelatan akbar terbesar di negeri ini. Perhelatan yang diselenggarakan setahun sekali dan berlangsung sebulan penuh. Orang mengenalnya dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta fair (kerennya). yang membuat saya takjub,kegiatan ini sudah berlangsung selama 42 tahun (16 tahun sebelum saya lahir,kegiatan ini udah ada..edun euy). sudah hampir 10 tahun saya dijakarta, dan begitu sering saya mendengar event ini,saya begitu ingin mengunjunginya,tapi ga pernah kesampaian..dan alhamdulillah semuanya itu sekarang terwujud. bukan sebagai pengunjung melainkan sebagai peserta. Bangganya hati ini bisa berpartisipasi di event sebesar PRJ. sungguh tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Terima kasih ya Allah..Engkau berikan kami lebih dari yang kami impikan... Kembali lagi kepersiapan PRJ,seperti yang saya ceritakan sebelumnya (goes to PRJ),stand kami merupakan sinergi dengan rekan-rekan di TDA,menempati area seluas 51 meter persegi kami membaginya dengan 12 orang. Dengan demilian biaya yang harus kami tanggung pun menjadi lebih ringan,hampir sama dengan sewa dibazar-bazar perkantoran,padahal pengunjungnya ratusan kali lipat lebih banyak dibandingkan bazar-bazar diperkantoran. Semoga kami diberikan kelancaran dan event ini menjadi tipping point menuju event yang lebih besar. Setelah kami berjuang selama 5 jam akhirnya selesai juga stand kami,cukup memuaskan bagi kami. sempat khawatir juga,karena begitu banyak selimut yang kami bawa, ada 11 karung besar, padahal kami hanya kebagian 1.5mX1.5m. Alhamdulillah berkat kemurahan hati pak rozy "rajasendal" kami bisa menempati lahannya beliau (ijin ya pak..),walhasil area kami menjadi 1x3 m. dan hasilnya menjadi seperti dibawah ini.

Jumat

GOES TO PRJ!!!

Alhamdulillah selangkah lagi,InsyaAllah kami bisa mengikuti sebuah pameran tahunan terbesar di negeri ini. Yeup..Jakarta Fair 2009 (orang betawi menyebut PRJ/Pekan Raya Jakarta)itulah event terbesar yang akan kami ikuti. Berjuta rasanya ketika mendapatkan kesempatan langka ini,dengan biaya yang cukup murah pula klop sudah semuanya. Ga tau ya kok bisa ya dapat kesempatan ini dengan sangat mudah menurut saya.

inilah tempat yang akan kami tempati (HALL E PRJ). Foto by Fathur Rozy

Bener yang disampaikan rekan-rekan di TDA, kalau kita berjalan dalam satu barisan pasti semuanya terasa ringan. Untuk event sebesar PRJ kami tidak terlalu dipusingkan dengan tetek bengek negosiasi sewa dsbnya, semua sudah diurus oleh temen-temen TDA Network, kami hanya membayar uang komitmen dan mengikuti setiap pertemuan dengan tim TDA PRJ. semudah itu?ya semudah itu..terima kasih temen-temen TDA, kami jadi bisa lebih berkonsentrasi mengenai produk dan promosi-promosi yang akan kami lakukan pada saat pameran nanti.
Semoga Semuanya berjalan lancar sebagaimana yang telah direncanakan,Doakan Kami ya.... Amiiin...
Ya Allah Berkahillah langkah kami...
hadi prayitno

Senin

Matematika Allah

Satu lagi hal yang paling membekas yang saya dapatkan pada saat mengikuti workshop Kubik Leadership For TDA hari Ahad,3 Mei 2008...
Ada satu sesi dimana kami dibagikan masing-masing 5 buah permen dalam gelas plastik air mineral. Sebelumnya,peserta workshop ini berjumlah sekitar 150 orang (acara terbesar TDA setelah Milad 3 februari lalu). Kami hanya diinstruksikan untuk memberikan permen setiap bertemu peserta lain, cukup satu saja setiap orang. dan kami tidak boleh menolak jika ada yang memberi. berikutnya kami juga harus menghitung berapa jumlah permen yang kami berikan selama permainan.
Begitu aba-aba "mulai" diucapkan kami semua dengan begitu bersemangat memberikan permen yang ada didalam gelas kepada setiap orang yang ditemui. Saya terus menghitung berapa permen yang telah saya berikan. Saya begitu takjub,permen digelas saya tidak ada habisnya,setiap saya memberikan selalu ada yang mengisi gelas saya dengan permen yang lain. Sampai akhirnya Pak Houtman mengatakan "selesai".
Selesai kami bermain saya menghitung berapa permen yang telah saya berikan. jumlahnya gak tanggung-tanggung 45 permen dan 5 permen yang tersisa digelas saya. SubhanaAllah...permainan yang sederhana namun sarat makna.
Tidak pernah saya bayangkan dengan 5 buah permen saya sanggup memberikan 45 permen kepada orang lain dan diakhir permainan saya masih mempunyai 5 permen. Yah..itulah Matematika Allah,tidak seperti matematika manusia. Menurut Matematika Allah 1+1 bisa 11 bisa juga 27 (ex shalat berjamaah),5-1 hasilnya bukan 4 melainkan 45 tanpa mengurangi yang kita miliki sebelumnya. Terbukti yang diucapkan Ust. Yusuf Mansur,10-1 bukan 9 melainkan 19,10-9 bukan 1 melainkan 91.
Tidak pernah pula terbayang dalam diri saya bahwa untuk bisa berbagi dengan orang lain tidak perlu menunggu sampai kita punya ini dan itu. cukup dengan apa yang kita miliki sekarang pasti kita bisa berbagi dengan orang lain.
Sungguh sangat salah apa yang saya lakukan selama ini. saya begitu berpikir keras ketika harus berbagi dengan orang lain, saya begitu takut apa yang saat ini saya miliki berkurang karena saya bagikan kepada orang lain. Saya terus menunda-nunda dengan alasan nunggu sampai ada lebih,nunggu sampai hutang lunas dan berbagai macam alasan lainnya.
Maafkan hamba ini Ya Allah,telah begitu pelit membagikan titipan Engkau..
Berikanlah kekuatan dan keikhlasan untuk terus berniaga dijalanMu...
Jadikanlah Apa yang engkau berikan adalah sarana buat kami untuk beribadah kepadaMu..
Jadikanlah Nikmat Harta,Tahta,Kata dan Cinta yang engkau berikan adalah Nikmat yang bisa kami bagikan kepada semua hamba-hambaMu yang lain sehingga kehidupan SuksesMulia bisa kami raih...
Terima Kasih Kubik Leadership,Terima Kasih Pak Houtman, Terima Kasih Mas Jamil...Workshop ini begitu membekas dan memberikan semangat buat kami untuk menatap hidup dengan hati....
Hadi Prayitno
Web Hosting